Ruang Kelas Untuk Memastikan Kebenaran Berita.

Friday, 23 December 2016

23:49

Sekarang ini pasti banyak dari anda yang sudah merasakan dampak dari sebuah berita bohong.

Baru-baru ini di Amerika ada seorang yang menembakkan senjata AR-15 yang merupakan senjata serang yang sangat berbahaya  ke dalam suatu restoran di karenakan dia percaya bahwa ada pekerja-pekerja anak kecil di dalam restoran tersebut dan ketika di tangkap dan di interogasi, orang itu mengaku bahwa ia melihat sebuah video di youtube yang menceritakan tentang teori bahwa restoran itu merupakan sebuah jaringan yang menyediakan prostitusi anak di bawah usia.

Di Indonesia juga terjadi sebuah kebohongan berita yang di ciptakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat suatu postingan yang berisikan tentang kejahatan seseorang yang telah menistakan agama yang akhirnya orang tersebut di jadikan tersangka dan sedang menjalani sidang.

Orang-orang di Amerika saja mudah percaya dengan berita-berita bohong ini apalagi di Indonesia yang merupakan orang-orang yang pendidikannya masih jauh di bawah pendidikan negara-negara lain seperti tetangga kita di Singapura ataupun Malaysia.

Sebagai bangsa yang mempunyai suku, ras, agama yang berbeda sangat banyak jumlahnya dan merupakan penduduk terbanyak ke 4 di seluruh dunia, maka Indonesia menghadapi sebuah dilema dalam mengolah informasi.

Banyaknya situs-situs penyebar berita bohong dan dengan mudah di sebarkan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya maka infromasi sekecil apapun akan cepat menjadi viral asalkan di sematkan topik topik yang sangat mudah memancing emosi seperti agama, suku dan ras.

Indonesia harus bisa lebih pintar dalam mengelola berita, jangan mudah untuk terpancing percaya begitu saja dengan berita yang di sebarkan oleh teman-teman anda di facebook, twitter dan lain-lain.
Sayangnya banyak orang yang tidak mau capek dengan mengecek kebenaran suatu berita di karenakan mereka tidak mau dan tidak punya waktu untuk melakukan pengecekan.

Di sini peran pemerintah yang di harapkan bisa menjadi garda dalam pencegahan berita bohong yang di sebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengatas namakan agama, suku dan ras.

Bila pemerintah bisa bertindak tegas terhadap penyebar berita bohong maka lambat laun orang akan menjadi lebih kritis dan hati-hati dalam melakukan penyebaran berita baik bohong maupun berita nyata.

Peran orang tua dan guru di sekolah pun seharusnya di giatkan dengan membahas sebuah topik yang sedang hangat di media, baik social ataupun traditional dan di harapkan dengan ada nya pembahasan ini maka anak murid akan menjadi lebih teliti dalam mencerna sebuah berita. Sosial media merupakan suatu topic yang harus di bahas setidaknya seminggu sekali dalam kelas. Dan murid pun bisa berdebat dan mencari fakta tentang berita tersebut.

Suka atau tidak suka, informasi merupakan alat propaganda yang mudah di lakukan oleh semua orang, dengan mengelola informasi maka anda mengelola suatu masyarakat, tidak masalah masyarakat mana yang di maksud asalkan mereka bisa membaca suatu infromasi saja sudah cukup.

Surat kabar traditional mapun online harus mempunyai kredibelitas yang di wajibkan dalam memuat suatu berita di situs maupun cetaknya mereka. Apabila tidak memenuhi syarat-syarat kredibilitas maka perusahaan media tersebut harus di cabut ijinnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *